Kriminal

Image

Kriminal

======

 

 

JEJARING SOSIAL  FB MAKAN KORBAN

 

 

 

 

 

 

HATI-HATI ketika Bermain Facebook

Pekanbaru Live — Hati-hati jika ingin membuat janji perte­muan dengan seseorang yang baru dikenal melalui jejaring sosial. Di Kabupaten Agam, seorang siswi bernama Rusyda Nabila panggilan Bila (16) dari Pondok Pesantren (Ponpes) Diniyah V Jurai Sungai Pua Kabu­paten Agam, dibunuh oleh seseorang yang baru dikenalnya di jejaring sosial Facebook. Sebelumnya, korban telah dinyatakan hilang oleh keluar­ganya semenjak 20 Maret 2013 lalu.

Ayah korban Kairis (49) sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebelumnya dia bersama warga sekampung telah sibuk mencari anaknya kian kemari, namun tak ditemukan. Ia mengatakan bahwa Bila adalah anak yang baik, serta rajin menolong orang tua. Bahkan di sekolah, Bila selalu mendapat peringkat 10 besar. Bila juga sangat aktif dalam berbagai kegia­tan ekstra kurikuler di sekolah dan jarang ke luar rumah jika tidak ada kegiatan penting di sekolah.

— Hati-hati jika ingin membuat janji perte­muan dengan seseorang yang baru dikenal melalui jejaring sosial. Di Kabupaten Agam, seorang siswi bernama Rusyda Nabila pang…

  1. Lihat Selengkapnya
    Foto: -- FB MAKAN KORBAN,..<br />
HATI-HATI ketika Bermain Facebook</p>
<p>Pekanbaru Live — Hati-hati jika ingin membuat janji perte­muan dengan seseorang yang baru dikenal melalui jejaring sosial. Di Kabupaten Agam, seorang siswi bernama Rusyda Nabila panggilan Bila (16) dari Pondok Pesantren (Ponpes) Diniyah V Jurai Sungai Pua Kabu­paten Agam, dibunuh oleh seseorang yang baru dikenalnya di jejaring sosial Facebook. Sebelumnya, korban telah dinyatakan hilang oleh keluar­ganya semenjak 20 Maret 2013 lalu.</p>
<p>Ayah korban Kairis (49) sangat terpukul dengan kejadian ini. Sebelumnya dia bersama warga sekampung telah sibuk mencari anaknya kian kemari, namun tak ditemukan. Ia mengatakan bahwa Bila adalah anak yang baik, serta rajin menolong orang tua. Bahkan di sekolah, Bila selalu mendapat peringkat 10 besar. Bila juga sangat aktif dalam berbagai kegia­tan ekstra kurikuler di sekolah dan jarang ke luar rumah jika tidak ada kegiatan penting di sekolah.</p>
<p>Saat meninggalkan rumah di Jorong V Suku Jalan Raya Ateh Lubuk Nagari Sungai Pua, gadis dengan tingginya sekitar 156 meter, berat badan sekitar 49 kilogram yang berparas cantik dan berkulit kuning langsat itu mengenakan jilbab warna hitam, baju kaos lengan panjang warna hijau lumut, celana jeans warna biru, serta memakai sandal merek Eiger warna hitam.</p>
<p>Karena tak jua menemukan anaknya, Khairis pada Kamis 4 April 2013 melapor ke Polsek Banuhampu Sungai Pua.</p>
<p>Kasus pembunuhan itu sendiri terungkap setelah jajaran Polresta Bukit Tinggi yang langsung dipimpin oleh Wakapolresta Bukit Tinggi Kompol Arief Budiman membekuk tersangka pembunuhan itu pada Senin (29/4) sekitar pukul 16.00 WIB, serta menemukan jenazah korban pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.</p>
<p>Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Selain telah membusuk, daging jenazah korban juga telah rapuh. Untuk menemu­kan jenazah korban, petugas kepoli­sian dibantu Tagana dan warga sekitar harus menggali beberapa lokasi di areal persawahan, karena tersangka sempat lupa lokasi menguburkan korbannya.</p>
<p>Tersangka pembunuhan itu sendiri diketahui bernama Wisnu Sadewa (31), warga Jorong Dalam Koto Nagari Pakan Sinayan Keca­matan Banuhampu Kabupaten Agam, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot. Di kalangan warga sekitar, tersangka dikenal sebagai lelaki yang memiliki istri banyak, bahkan ada yang ber­pendapat bahwa tersangka sedang menuntut ilmu hitam.</p>
<p>Namun kepada penyidik kepo­lisian, tersangka pembunuhan itu mengaku aksi tunggalnya itu dila­kukan untuk menguras harta korbannya dengan cara apapun, termasuk dengan membunuhnya. Tersangka juga mengaku sangat membutuhkan uang banyak untuk biaya istrinya yang sedang hamil.</p>
<p>Wakapolresta Bukit Tinggi Kom­pol Arief Budiman kepada war­tawan di Mapolresta Bukit Tinggi pada Selasa (30/4) kemarin men­ceritakan, korban mengenal tersang­ka melalui Facebook. Untuk mem­bujuk agar bisa bertemu korban, tersangka menggunakan nama palsu di Facebook dengan nama Rani Nurdianti, yang didukung dengan foto profil perempuan berkerudung.</p>
<p>Arief mengatakan, dari pemerik­saan awal, kuat dugaan bahwa tersangka telah merencanakan pembunuhan tersebut. Pihak kepoli­sian juga akan meminta izin kepada keluarga korban untuk melakukan otopsi, untuk mengung­kap kejahatan tersangka, apakah korban diperkosa dulu sebelum dibunuh atau tidak.</p>
<p>“Tersangka dijerat pasal 340 jo 338 KUHP jo pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka juga bisa terancam hukuman mati atau penjara seu­mur hidup, karena telah me­lakukan pembunuhan berencana,” tegas Arief.</p>
<p>Arief menambahkan, dari hasil penyelidikan petugas kepolisian bersama sejumlah operator seluler, diketahui ada empat orang lainnya yang telah berjanji untuk bertemu dengan tersangka. Diduga kuat empat orang itu menjadi target pembunuhan tersangka. Namun sebelum terjadi, rencana jahat itu telah digagalkan Polresta Bukit­Tinggi.</p>
<p>INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI'UN,... Semoga tidak terulang lagi,..<br />
Jadikanlah FB sebagai ladang kebaikan,..

 

Saat meninggalkan rumah di Jorong V Suku Jalan Raya Ateh Lubuk Nagari Sungai Pua, gadis dengan tingginya sekitar 156 meter, berat badan sekitar 49 kilogram yang berparas cantik dan berkulit kuning langsat itu mengenakan jilbab warna hitam, baju kaos lengan panjang warna hijau lumut, celana jeans warna biru, serta memakai sandal merek Eiger warna hitam.

Karena tak jua menemukan anaknya, Khairis pada Kamis 4 April 2013 melapor ke Polsek Banuhampu Sungai Pua.

Kasus pembunuhan itu sendiri terungkap setelah jajaran Polresta Bukit Tinggi yang langsung dipimpin oleh Wakapolresta Bukit Tinggi Kompol Arief Budiman membekuk tersangka pembunuhan itu pada Senin (29/4) sekitar pukul 16.00 WIB, serta menemukan jenazah korban pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Selain telah membusuk, daging jenazah korban juga telah rapuh. Untuk menemu­kan jenazah korban, petugas kepoli­sian dibantu Tagana dan warga sekitar harus menggali beberapa lokasi di areal persawahan, karena tersangka sempat lupa lokasi menguburkan korbannya.

Tersangka pembunuhan itu sendiri diketahui bernama Wisnu Sadewa (31), warga Jorong Dalam Koto Nagari Pakan Sinayan Keca­matan Banuhampu Kabupaten Agam, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot. Di kalangan warga sekitar, tersangka dikenal sebagai lelaki yang memiliki istri banyak, bahkan ada yang ber­pendapat bahwa tersangka sedang menuntut ilmu hitam.

Namun kepada penyidik kepo­lisian, tersangka pembunuhan itu mengaku aksi tunggalnya itu dila­kukan untuk menguras harta korbannya dengan cara apapun, termasuk dengan membunuhnya. Tersangka juga mengaku sangat membutuhkan uang banyak untuk biaya istrinya yang sedang hamil.

Wakapolresta Bukit Tinggi Kom­pol Arief Budiman kepada war­tawan di Mapolresta Bukit Tinggi pada Selasa (30/4) kemarin men­ceritakan, korban mengenal tersang­ka melalui Facebook. Untuk mem­bujuk agar bisa bertemu korban, tersangka menggunakan nama palsu di Facebook dengan nama Rani Nurdianti, yang didukung dengan foto profil perempuan berkerudung.

Arief mengatakan, dari pemerik­saan awal, kuat dugaan bahwa tersangka telah merencanakan pembunuhan tersebut. Pihak kepoli­sian juga akan meminta izin kepada keluarga korban untuk melakukan otopsi, untuk mengung­kap kejahatan tersangka, apakah korban diperkosa dulu sebelum dibunuh atau tidak.

“Tersangka dijerat pasal 340 jo 338 KUHP jo pasal 80 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka juga bisa terancam hukuman mati atau penjara seu­mur hidup, karena telah me­lakukan pembunuhan berencana,” tegas Arief.

Arief menambahkan, dari hasil penyelidikan petugas kepolisian bersama sejumlah operator seluler, diketahui ada empat orang lainnya yang telah berjanji untuk bertemu dengan tersangka. Diduga kuat empat orang itu menjadi target pembunuhan tersangka. Namun sebelum terjadi, rencana jahat itu telah digagalkan Polresta Bukit­Tinggi.

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI’UN,… Semoga tidak terulang lagi,..
Jadikanlah FB sebagai ladang kebaikan,..

 

Hot News

Image

 

 

 

 

 

PEGAWAI NEGERI SIPIL DISPERINDAG PROVINSI JAMBI SERING TIDAK MASUK KERJA

Jambi,Reportase Kriminal Post
Seyogyanya seorang pegawai negeri sipil harus membaktikan karyanya di dalam instansi dimana dia bekerja,hal yang tidak dapat ditolerir lagi bila seorang pegawai negeri sipil sering tidak masuk kerja dan absen hal tersebut jelas telah menodai Korpri dan merugikan Negara.

LOKASI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAMBI

LOKASI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAMBI

 
Berdasarkan PP No.53,pegawai yang berturut-turut tidak hadir dalam pekerjaannya dikenakan sanksi berikut eksekusinya.
Pegawai negeri sipil Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi ,salah satunya,dimana banyak pegawai negeri sipilnya yang selalu bolos kerja. Pagi hari datang hanya mengabsen setelah itu langsung pulang ke rumah dan sore hari baru mengikuti apel kembali. Anehnya,di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi,juru absen dapat dihubungi melalui hand phone untuk menyampaikan atau meminta izin dengan imbalan uang rokok. Hal tersebut jelas telah menyalahi aturan kode etik Korpri dan PP No.53.
Salah seorang pegawai negeri sipil yang berhasil dipantau dan ditelusuri setiap hari dari berbagai sumber rekan dan masyarakat sekitar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi ,yakni Tio Mario Sidabuke. Pegawai negeri sipil pindahan dari Jakarta ke Provinsi Jambi. Dalam seminggu ,aktivitas kerjanya bisa hanya 3 hari atau 2 hari. Namun melalui telepon genggamnya,Tio dapat meminta izin kepada juru absen di Instansi tersebut dengan imbalan uang rokok.
Tio Maria Sidabuke yang berdomisili di Perumahan Tanjung Permata,Kelurahan Eka jaya Kecamatan Jambi Selatan tersebut jelas-jelas telah mengangkangi PP No.53.
Lebih heran lagi,Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi tidak mengambil sikap atas kemalasan atau ketidakhadiran pegawai binaannya. Ada apa dengan Kepala Dinas tersebut.
Tio Maria Sidabuke datang bekerja pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 08.39 WIB sementara seharusnya pulang pukul 15.00 WIB. Jelaslah bahwa gaji selama ini yang dibayarkan oleh Pemerintah kepada Tio Maria Sidabuke menjadi sia-sia karena yang bersangkutan tidak sepenuhnya bekerja alias negara dirugikan dengan pembayaran gaji tersebut.
Ketika hendak dijumpai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi sedang berada di Jakarta beberapa waktu lalu. Dan terhadap juru absen yang hendak dimintai konfirmasi,tidak juga seorangpun yang mengakui sebagai juru absen di Instansi tersebut. Kepada Pihak Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jambi dapat segera mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap Pegawai Negeri Sipil yang bernama Tio Maria Sidabuke agar menjadi pembelajaran bagi yang lainnya.
***********************************************************************Harvery************************************************************************

 

 

 

 

Hot News

Image

 

Hot News

————

 

 

PASAR MALAM MUARO JAMBI BERKEDOK TEMPAT HIBURAN

 

 

 

 

 

Muara Jambi,Reportase Kriminal Post 25/05/2013/Sabtu/21.15 WIB

kedok pasar malam sebagai tempat hiburan masyarakat ternyata adalah tempat taruhan atau judi namun hingga saat ini, pihak penegak hukum hanya diam saja. Pihak Polresta Muaro Jambi sama sekali tidak mengambil kebijakan hukum untuk menggulung aktivitas pasar malam tersebut.
Bola gelinding,jenis permainan dengan membeli tiket berhadiah rokok dan kemudian rokok tersebut dapat ditukar dengan uang di kasir pasar malam. Saat ini ada tiga titik pasar malam di Muara Jambi, yakni Desa Kasang Pudak dengan pengelola Riki yang dibantu oleh pemuda karang taruna desa tersebut, Desa tangkit…dengan pengelola Bashori..oknum anggota Polri…yang dibantu oleh pemuda karang taruna desa itu dan desa sei duren di Nest,dengan pengelola Ali,wartawan yang dibantu oleh para LSM dan pemuda.

 

Foto

 

Arena judi dengan berkedok pasar malam tersebut jelas tidak mendidik masyarakat namun heran”mengapa pihak kepolisian tutup mata???? Ada apa sebenarnya dengan pihak kepolisian, sudah jelas KUhP 303 ada di tubuh pasar malam namun masih tidak ditindaklanjuti secara hukum. Lalu dimana hukum itu??? Apakah hukum sudah tidak berlaku???atau hukum sudah dihapuskan? Lalu dengan apa penegak hukum bekerja?
===============harvery/Sukirman

INFO SEPUTAR JAMBI

Image

 

 

 

INFO SEPUTAR JAMBI

******************

 

 

 

 PEMBANGUNAN BOX CULVERT DESA   SUBAN TANPA LIST PLANG

 

 

 

 


Suban,Reportase Kriminal Post
pembangunan box culvert di desa Suban diduga tidak sesuai dengan RUP yang sesungguhnya.
Proyek tersebut berlangsung atau masa kerjanya sekitar 90 hari,pengakuan pekerja ketika dikonfirmasi.
Keadaan besi di bawah bix culvert yang berukuran 16 Inch tersebut berupa sambungan yang dililit dengan kawat. Sementara berapa dana anggaran yang digunakan tidak diketahui.
Pihak pelaksana proyekpun tidak dapat dihubungi, alasan pekerja bahwa mereka tidak memiliki nomor hand phone pelaksana proyek.
================Harvery==

 

 

 

Image

KANIT RESKRIM DIDUGA MENGGAULI ISTRI TAHANAN

 

 

Kota Baru-Jambi,Reportase Kriminal Post

Sebagai penegak hukum seharusnya memberikan pelayanan yang murni dan tetap berdiri tegak di atas Tri Brata Polri namun sangat disayangkan ,oknum anggota

polisi yang dilaporkan oleh korban ternyata adalah seorang Kanit Reskrim.

Hal tersebut cukup menghebohkan kalangan interent,dan hanya segelintir orang yang mengetahuinya. Kronologis dugaan terjadinya tindakan pelecehan seksual,Kanit Reskrim yang dimaksud di datangi istri tahanan dengan tujuan meminta bantuan agar suaminya yang terjerat hukum tersebut dapat dibebaskan.Hal tersebut ditegaskan oleh W istri tahanan kepada Reportase Kriminal Post.

Alhasil terjadi kesepakatan dengan nota bene”harus ada sesuatu yang diberikan sebagai imbalannya”.  Hal itupun terjadi ( Pelecehan Seksual /asusila ). Sementara suami yang ditunggu kebebasannya tidak juga kunjung tiba,maka sang istri segera melapor kepada penegak hukum , atas kejadian yang menimpa dirinya.

Hal itu segera diresponi oleh pihak penegak hukum, dan akhirnya Kanit Reskrim tersebut diamankan sementara waktu di Propam Polda Jambi untuk disidik  dan diproses secara hukum.***HARVERY***